Industri Kreatif dan Peningkatan Ekonomi Perempuan : Studi Kasus Pada UMKM Ida Batik
DOI:
https://doi.org/10.37849/midi.v25i2.518Keywords:
Ida Batik, Peningkatan Ekonomi Perempuan, Industri Kreatif, Dampak Sosial EkonomiAbstract
Ida Batik merupakan usaha di bidang industri kreatif yang memproduksi batik dengan motif lokal. Usaha ini didirikan untuk mengembangkan potensi kerajinan batik sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, khususnya perempuan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji tentang mekanisme pemberdayaan yang diterapkan oleh IDA Batik, dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh para pekerja perempuan, faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan ekonomi perempuan yang bekerja di IDA Batik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemberdayaan ekonomi perempuan oleh IDA Batik meliputi beberapa tahapan yaitu perekrutan karyawan secara terbuka, memberikan pelatihan keterampilan membatik dengan sistem learning by doing, menerapkan sistem kerja yang fleksibel, serta memberikan upah sesuai dengan hasil kerja. Mekanisme ini memberikan kesempatan pada perempuan untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan dan kapasitas secara individu. Dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh para pekerja perempuan yaitu memperoleh pendapatan sehingga dapat membantu perekonomian keluarga, meningkatnya kemandirian finansial, dan memperluas relasi. Dukungan dari pemerintah seperti pemberian pelatihan dapat berupa peningkatan ketrampilan kerja, pemahaman terhadap manajemen dan pemasaran, serta teknik pemasaran digital. Pada aspek permodalan, dapat berupa pemberikan pinjaman modal melalui lembaga keuangan dengan syarat yang dapat dipenuhi oleh pengusaha kecil.
References
Aji, O. R., Pratiwi, A., & Irsalinda, N. (2025). Creating ecoprint batiks to enrich local women’s economic independence in Sidomulyo Village, Yogyakarta. Kontribusia: Research Dissemination for Community Development, 8(1), 1–11.
Arifah, M., & Maziyah, S. (2020). Peranan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karangmlati dalam Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Batik Demak 2009–2017. Historiografi, 1(2), 181–190.
Creswell, J. W. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Darmaningrum, K., Widyaswati, R., Harsono, M., & Putri, A. R. (2024). Pemberdayaan komunitas perempuan melalui pelatihan kerajinan batik berbasis zero waste dan digital marketing. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 5(4), 1–10.
Duflo, E. (2012). Women Empowerment and Economic Development. Journal of Economic Literature, 50(4), 1051–1079.
Faiqoh, P., & Desmawati, L. (2021). Pemberdayaan perempuan melalui home industri Batik Sekar Jagad di Dusun Tanuraksan Desa Gemeksekti Kabupaten Kebumen. Lifelong Education Journal, 1(1), 23–34.
Hapsari, H. R. (2025). Implementing The Batik-Making Empowerment Program For Inmates in Semarang Class IIA Women’s Correctional Institution. Journal of Correctional Management, 2(2), 28–40.
Hasdiani, T., Mulyono, S. E., & Abimbowo, Y. O. (2024). Women’s Participation in Cultural Tourism Based Community Empowerment. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 11(1), 49–61.
Izzah, N. (2025). Meningkatkan Minat Berwirausaha dan Partisipasi Pemberdayaan Perempuan dalam Meningkatkan Ekonomi di Lingkungan IWWAMY. JCOMENT (Journal of Community Empowerment), 6(1), 74–81.
Kabeer, N. (1999). Resources, Agency, Achievements: Reflections on the Measurement of Women's Empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464.
Kabeer, N. (2001). Reflections on the Measurement of Women's Empowerment. In Discussing Women's Empowerment: Theory and Practice (pp. 17–57). Sida Studies No. 3.
Karwati, L., Hamdan, A., & Laksono, B. A. (2025). Learning By Doing Model In Women Empowerment Through Micro, Small, And Medium Enterprises. JETL (Journal of Education, Teaching and Learning), 10.
Kemal, F. A. (2024). Kontribusi Women Empowerment di Perusahaan Alutsista (Studi Kasus Karyawati PT Sari Bahari) (Doctoral dissertation, STIE Malangkucecwara).
Kembaren, M. M., Irsad, I., Lubis, M. H., Yudhistira, E., & Gunaika, R. (2024). Empowering village women through home industry Batik Prima Jaya to create local economic. Abdimas Talenta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1), 1–9.
Maimunah, E. I., Hidayat, Z., & Priyadi, B. P. (2021). Manajemen pengembangan industri batik Grobogan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Journal of Public Policy and Management Review, 10(2), 186–208.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Muthmainnah, Y. (2021). Teologi Al-Ma’un Berperspektif Feminisme: Studi Kasus Perempuan Kepala Keluarga Miskin Kota di Depok, Jakarta, dan Tangerang Selatan. Musawa Jurnal Studi Gender dan Islam, 20(2), 203–215.
Nisa, S. F. (2020). Pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pada pelatihan batik shibori di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo (Skripsi). IAIN Ponorogo.
OECD. (2013). Women and Financial Education: Evidence, Policy Responses and Guidance. OECD Publishing.
Octavia Rizqi Yulinar, & Francisca Winarni. (2024). Empowering Women Through the Taman Batik Jumput Batik Group in Sitimulyo, Piyungan, Bantul District. Journal of Public Policy and Administration Research, 2(2).
Oktopiah, E. O., & Mutmainah, N. F. (2024). Pemberdayaan Perempuan Melalui Kerajinan Batik di Desa Bentarsari Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Journal of Economics, Bussiness and Management Issues, 2(2), 123–138.
Permata, D., & Siregar, H. (2024). Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Berbasis Gender melalui Pelatihan Membatik dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga oleh Kelompok Batik Marunda di Rusun Marunda Cilincing Kota Jakarta Utara. AJAD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 172–180.
Puspitasari, D., Rahmawati, E., & Lestari, S. (2024). Literasi keuangan dan inklusi keuangan dalam mendukung kemandirian finansial UMKM perempuan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 25(2), 1–12.
Rahayu, S., Pratiwi, D., & Lestari, M. (2025). Digitalisasi dan literasi keuangan sebagai strategi penguatan UMKM perempuan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 1–11.
Rohma, I. N. S., Marwiyah, S., & Pusoitarini, R. C. (2022). Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Batik Tulis Ronggo Mukti Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(9), 1585–1594.
Rosida, I. N., Ilmiyah, I., & Patih, H. (2025). Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan pembuatan batik desa di Desa Sendang Senori. Journal of Innovation and Contribution to Community Service, 1(1), 13–25.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suharto, E. (2020). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. PT Refika Aditama.
Umihani, S. (2024). Peran Perempuan Terhadap Pengembangan Ekonomi Kreatif (Studi Kasus Kelompok Perempuan Pesisir Bahagia dalam Pengembangan Kerajinan Batik Mangrove di Desa Mojo) (Doctoral dissertation, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan).
UNESCO. (2009). Indonesian Batik Inscribed in 2009 on the Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. UNESCO.
Wardoyo, S., & Wulandari, T. (2021). Penyuluhan seni batik pada kelompok PKK Padukuhan Karangwetan Tegaltirto Berbah Sleman Yogyakarta. Corak: Jurnal Seni Kriya, 10(2), 85–94.
Watora, S., & Ainun, M. (2021). Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) bagi perempuan asli Papua (Studi pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kaimana).
Widiastuti, C. T., Widyaswati, R., & Meiriyanti, R. (2019). Strategi peningkatan sumber daya manusia kreatif dan inovatif pada UKM Batik Semarangan (Studi di Kampung Batik Semarang). Jurnal Riptek, 13(2), 124–130.
Widiyawati, D. A., & Kisworo, B. (2025). Empowering household economies: Women’s economic contributions through the Batik Puspa Nyidro home industry. Jurnal Anifa: Studi Gender dan Anak, 6(2), 59–71.
World Bank. (2012). World Development Report 2012: Gender Equality and Development. World Bank.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alfia Alfia, Sri Redjeki, Pudhak Prasetiyorini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



