Model Pemberdayaan Lansia Menyongsong Peningkatan Usia Harapan Hidup

Authors

  • Mike Triana Anggraini Universitas Dr. Soetomo
  • Nihayatus Sholichah Universitas Dr. Soetomo
  • Ika Devy Pramudiana Universitas Dr. Soetomo

DOI:

https://doi.org/10.37849/mici.v8i2.545

Keywords:

Penuaan Aktif, Dukungan Sosial, Kualitas Hidup Lansia, Pemberdayaan, Usia Harapan Hidup

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia tidak selalu disertai kualitas hidup yang memadai, sehingga lansia berisiko menjadi beban alih-alih subjek yang berdaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pemberdayaan yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia serta menentukan faktor yang paling dominan. Populasi penelitian adalah lansia berusia enam puluh tahun ke atas, dengan sampel sebanyak 120 responden yang dipilih secara acak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Variabel bebas berupa empat dimensi pemberdayaan yang diturunkan dari kerangka active ageing, yaitu akses layanan kesehatan, partisipasi kegiatan, dukungan sosial, dan kemandirian ekonomi, sedangkan variabel terikat adalah kualitas hidup. Analisis dilakukan secara bertahap: deskriptif untuk menggambarkan data, korelasi untuk menyeleksi variabel, dan regresi linear berganda untuk menguji hubungan beberapa faktor sekaligus. Hasil menunjukkan model signifikan secara simultan dan menjelaskan sekitar 35,6% variasi kualitas hidup. Dukungan sosial merupakan faktor paling dominan, diikuti akses layanan kesehatan dan partisipasi kegiatan, yang seluruhnya berhubungan positif dan signifikan; usia berhubungan negatif, sedangkan kemandirian ekonomi, status perkawinan, dan pendidikan tidak berhubungan signifikan. Disimpulkan bahwa kualitas hidup lansia lebih ditentukan oleh sejauh mana mereka diberdayakan secara sosial dan diberi akses layanan daripada oleh atribut demografis atau ekonomi, sehingga model pemberdayaan lansia sebaiknya memprioritaskan penguatan dukungan sosial dan partisipasi. Temuan bersifat asosiatif sehingga penelitian lanjutan berdesain longitudinal diperlukan

References

Arywibowo, J. D., & Rozi, H. F. (2024). Kualitas hidup lansia yang tinggal di panti wreda dan faktor-faktor yang memengaruhinya: Tinjauan pustaka pada lansia di Indonesia. Jurnal EMPATI, 13(2), 129–142. https://doi.org/10.14710/empati.2024.43336

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik penduduk lanjut usia 2024. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2025). Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2025. Badan Pusat Statistik.

Hamzah, W., & Fattah, N. (2024). Pemberdayaan posyandu lansia di Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. JPMNT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana, 3(1), 7–16. https://doi.org/10.59603/jpmnt.v3i1.633

Jepisa, T., Ririn, & Husni. (2024). Hubungan dukungan sosial caregiver dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 3(6), 77–86.

Jepisa, T., & Wardani, R. (2024). Peningkatan kualitas hidup lanjut usia melalui pemberdayaan sosial: Tinjauan pustaka. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 3(7), 81–87.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2025). Kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat mobilitas penduduk lanjut usia. Kemenko PMK.

Muliawati, N. K., & Puspawati, N. L. P. D. (2023). Activeness of visits to integrated healthcare post and the quality of life among the elderly in Peguyangan Kangin Village, North Denpasar, Bali. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(4), 522–528. https://doi.org/10.33860/jik.v16i4.1319

Putri, A. A. A., & Hakim, L. N. (2024). Lansia berdaya bangsa sejahtera: Konsep active ageing terhadap anak muda studi di Yogyakarta. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 13(2), 143–157. https://doi.org/10.33007/ska.v13i2.3358

Rowe, J. W., & Kahn, R. L. (1997). Successful aging. The Gerontologist, 37(4), 433–440.

Suharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama.

Sugiyono. ([tahun edisi — perlu diverifikasi]). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Surya, D. O., Jafnihirda, L., Minropa, A., Lidiyawati, S., & Putri, L. D. (2024). Optimalisasi posyandu lansia untuk mengendalikan penyakit degeneratif. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(4), 1759–1768. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i4.4857

World Health Organization. (2002). Active ageing: A policy framework. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-08-03