Analisis Pengelolaan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Gunung Arjuno Berbasis Mitigasi Terpadu
DOI:
https://doi.org/10.37849/mici.v8i2.537Keywords:
Kebakaran hutan, mitigasi terpadu, collaborative governance, Disaster Risk ReductionAbstract
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang serius karena tingginya tingkat kerawanan kebakaran serta dampaknya terhadap kerusakan ekosistem dan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan dan sistem pengelolaan risiko karhutla di Gunung Arjuno serta mengevaluasi efektivitas mitigasi terpadu dalam pengelolaan risiko kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Disaster Risk Reduction (DRR) dan Collaborative Governance. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, dokumen kebijakan, data hotspot Sipongi KLHK, serta laporan BPBD Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko karhutla di Gunung Arjuno dipengaruhi oleh faktor ancaman berupa musim kemarau panjang, vegetasi kering, dan angin kencang; faktor kerentanan berupa topografi curam, aksesibilitas terbatas, serta aktivitas manusia; serta kapasitas mitigasi yang masih belum optimal. Sistem pengelolaan risiko telah dilakukan melalui pemantauan hotspot, patroli kawasan, pemadaman terpadu, dan koordinasi antar-stakeholder, namun masih menghadapi kendala pada aspek sarana, pengawasan, dan integrasi data. Mitigasi terpadu dilakukan melalui pendekatan struktural seperti sistem deteksi dini, sekat bakar, dan penyediaan sumber air pemadaman, serta pendekatan non-struktural berupa edukasi masyarakat, Community-Based Fire Management (CBFiM), dan penguatan regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan collaborative governance, integrasi sistem informasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan strategi mitigasi yang adaptif dan berkelanjutan merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pengelolaan risiko karhutla di Gunung Arjuno.
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2018). Rencana nasional penanggulangan bencana 2015–2019. BNPB. https://www.bnpb.go.id/
BPBD Provinsi Jawa Timur. (2023). Karhutla Gunung Arjuno meluas, Pemprov Jatim bareng BNPB siapkan water bombing.
Khairunisa, T., Sofiana, E. I., Asyarifah, R. F., Rachmadian, R. H., & Putra, A. K. (2021). Invisible ground water machine sebagai forest fire risk mitigation di Gunung Arjuno. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(6), 780–791. https://doi.org/10.17977/um063v1i62021p780-791
Murdiyarso, D., & Adiningsih, E. S. (2007). Climate anomalies, Indonesian vegetation fires and terrestrial carbon emissions. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 12(1), 101–112. https://doi.org/10.1007/s11027-006-9047-4
Nugroho, R. (2014). Kebijakan publik: Implementasi dan evaluasi kebijakan. PT Elex Media Komputindo. https://elexmedia.id/produk/detail/manajemen-bisnis/riant-nugroho/kebijakan-publik-implementasi-dan-pengendalian-kebijakan-ebook-turunan/523016209
Pemerintah Kabupaten Pasuruan. (2023). Kebakaran di Gunung Arjuno meluas sampai 700 hektar, Pemprov Jatim dan BNPB mulai lakukan water bombing.
Pramova, E., Locatelli, B., Djoudi, H., & Somorin, O. A. (2012). Forests and trees for social adaptation to climate variability and change. Wiley Interdisciplinary Reviews: Climate Change, 3(6), 581–596. https://doi.org/10.1002/wcc.195
Purwanto, J., Sujatmiko, B., & Pratiwi, N. E. (2020). Pemanfaatan data satelit VIIRS untuk deteksi hotspot kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 17(1), 1–14. https://jurnal.lapan.go.id/index.php/jurnal_inderaja/article/view/3053
Rohim, Asmuni, Muttaqin, M. Z. M. (2021). Multi-sector Collaboration : Success Stories of Tourism Village Development. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi Publik, 11(2), 395–409. https://doi.org/https://doi.org/10.26858/jiap.v11i2.26293
Suyanto, S., Permana, R. P., Khususiyah, N., & Kartika, J. (2004). Land tenure, agroforestry adoption, and reduction of fire hazard in a forest zone: A case study from Lampung, Sumatra, Indonesia. Agroforestry Systems, 65(1), 1–11. https://doi.org/10.1007/s10457-004-1413-1
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Izza Mutia Aqila, Beryl Shira Filiandri, Muhammad Chairil Umam, Delies Eky Purwandani, Narizky Nur Fakhri, M. Noer Falaq Al Amin, Nuh Krama Hadianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



