Evaluasi Kebijakan Layanan Kenaikan Pangkat Berbasis SIASN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo
Keywords:
Evaluasi Kebijakan, Layanan Kenaikan Pangkat, Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara, Digitalisasi BirokrasiAbstract
Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) merupakan platform digital yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara untuk mengelola data dan informasi kepegawaian ASN di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan layanan kenaikan pangkat berbasis SIASN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan kerangka evaluasi menggunakan kriteria evaluasi William Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan layanan kenaikan pangkat berbasis SIASN di BKD Kabupaten Sidoarjo telah cukup efektif dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas layanan dan memiliki tingkat efisiensi yang baik dalam memangkas alur birokrasi. Namun, dari segi kecukupan masih terdapat gap terkait sumber daya manusia dan integrasi sistem. Responsivitas kebijakan terhadap kebutuhan ASN cukup baik meskipun masih ada ruang perbaikan dalam aspek komunikasi dan pemutakhiran data. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi lemahnya validitas data kepegawaian, belum adanya bridging system antara SIPEKAT dan SIASN, keterbatasan SDM, dan minimnya kesadaran ASN dalam pemutakhiran data mandiri.
References
Aliftiana, E., & Rohim, R. (2021). Pengaruh Pendidikan Dan Masa Kerja Terhadap Kinerja Perangkat Desa Di Kantor Kepala Desa Sabrang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu, 3(1), 50–61.
Basu, S. (2004). E‐government and developing countries: an overview. International Review of Law, Computers & Technology, 18(1), 109–132.
Condrey, S. E. (2005). Handbook of human resources management in government. John Wiley & Sons.
Cordella, A., & Tempini, N. (2015). E-government and organizational change: Reappraising the role of ICT and bureaucracy in public service delivery. Government Information Quarterly, 32(3), 279–286.
Daley, D. M. (2002). Strategic human resource management: People and performance management in the public sector. (No Title).
Dunn, W. N. (2015). Public policy analysis: An integrated approach. Routledge.
Dwivedi, Y. K., Wastell, D., Laumer, S., Henriksen, H. Z., Myers, M. D., Bunker, D., Elbanna, A., Ravishankar, M. N., & Srivastava, S. C. (2015). Research on information systems failures and successes: Status update and future directions. Information Systems Frontiers, 17(1), 143–157.
Fakhruddin, E., Umar, U., & Yuliadi, I. (2023). Efektivitas penerapan SIASN terhadap kualitas pelayanan administrasi kepegawaian di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sumbawa Barat. Ganec Swara, 17(4), 1430–1440.
Fischer, F. (2019). Politics, values, and public policy: The problem of methodology. Routledge.
Fountain, J. E. (2004). Building the virtual state: Information technology and institutional change. books.google.com. https://books.google.com/bookshl=en&lr=&id=geX4xHFmNMIC&oi=fnd&pg=PR9&dq=institutional&ots=e51jKaVEsW&sig=MR2tZPbnnrC9R4Dnp0PWRbJ6wqI
Gil-García, J. R., & Pardo, T. A. (2005). E-government success factors: Mapping practical tools to theoretical foundations. Government Information Quarterly, 22(2), 187–216.
Heeks, R, Malik, F., Morgan, S., & Nicholson, B. (2020). Understanding and managing business—development hybrids: an institutional logics case analysis. Development Studies Research, 7(1), 31–49. https://doi.org/10.1080/21665095.2020.1777180
Heeks, Richard. (2005). Implementing and managing eGovernment: an international text.
Hermawan, K. T., Pusparani, I. G., & Solihudin, D. (2023). Transformasi digital layanan kepegawaian pemerintah daerah kota cirebon: studi kasus kebijakan sistem administrasi manajemen pemerintahan (sampean). Jurnal Studi Kebijakan Publik, 2(1), 13–26.
Janowski, T. (2015). Digital government evolution: From transformation to contextualization. In Government information quarterly (Vol. 32, Issue 3, pp. 221–236). Elsevier.
Kim, S., & Lee, J. (2012). E‐participation, transparency, and trust in local government. Public Administration Review, 72(6), 819–828.
Llorens, J. J. (2015). Public personnel management: Contexts and strategies. Routledge.
Luna-Reyes, L. F., & Gil-Garcia, J. R. (2014). Digital government transformation and internet portals: The co-evolution of technology, organizations, and institutions. Government Information Quarterly, 31(4), 545–555.
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385.
Miles, M. B., & Huberman, A. (2014). M., & Saldana, J.(2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3.
Norris, P. (2003). Digital divide: Civic engagement, information poverty, and the Internet worldwide. University of Toronto Press.
Perez-Valls, M., Cespedes-Lorente, J., & Moreno-Garcia, J. (2016). Green Practices and Organizational Design as Sources of Strategic Flexibility and Performance. Business Strategy and the Environment, 25(8), 529–544. https://doi.org/10.1002/bse.1881
Perry, J. L., & Wise, L. R. (1990). The motivational bases of public service. Public Administration Review, 367–373.
Rohim, R., & Gunawan, D. R. (2019). Pengaruh Restrukturisasi Organisasi, Budaya Organisasi, Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Majalah Ilmiah DIAN ILMU, 18(2), 35–51. https://doi.org/10.37849/midi.v18i2.114
Rose, J., Persson, J. S., & Heeager, L. T. (2015). How e-Government managers prioritise rival value positions: The efficiency imperative. Information Polity, 20(1), 35–59.
Savoldelli, A., Codagnone, C., & Misuraca, G. (2014). Understanding the e-government paradox: Learning from literature and practice on barriers to adoption. Government Information Quarterly, 31, S63–S71.
SIRAIT, J. O., PANJAITAN, F., & MANALU, D. (2024). Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) dalam Proses Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Kebijakan Publik Dan Governansi, 1(1), 12–21.
Stufflebeam, D. L., & Coryn, C. L. S. (2014). Evaluation theory, models, and applications. John Wiley & Sons.
Sukarman, S., & Rohim, R. (2022). Pengaruh Akuntabilitas Dan Transparansi Pemerintah Desa Terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu, 4(1), 27–40.
Swann, W. L., & Kim, S. Y. (2018). Practical prescriptions for governing fragmented governments. Policy and Politics, 46(2), 273–292. https://doi.org/10.1332/030557318X15230058720979
Vedung, E. (2017). Public policy and program evaluation. Routledge.
Wandira, N. T., & Santoso, T. (2022). Pelayanan Kenaikan Pangkat Melalui Aplikasi Sistem Pengelolaan Kenaikan Pangkat Studi di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo. Seminar Nasional Hasil Skripsi, 1(01), 96–100.
West, D. M. (2005). Digital government: Technology and public sector performance. Princeton University Press.
Wirtz, B. W., Weyerer, J. C., & Geyer, C. (2019). Artificial intelligence and the public sector—applications and challenges. International Journal of Public Administration, 42(7), 596–615.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dzuu Washfi Azhmi, Nihayatus Sholichah , Dandy Patria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



